Pembinaan BUMDes

Monev Kegiatan Usaha BUMDes Kec. Nagrak

Monev Kegiatan Usaha BUMDes Kec. Nagrak

Kawal Ketahanan Pangan, Tim Monev Kecamatan Nagrak dan BUMDesma Nabiya Tinjau Usaha Produktif di 10 Desa

SUKABUMI, Nagrak – Guna memastikan roda perekonomian dan program ketahanan pangan di tingkat tapak berjalan optimal, Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan Nagrak menggelar peninjauan maraton ke 10 desa di wilayah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Camat Kecamatan Nagrak bersama Sekretaris Kecamatan, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa (PLD), serta Direktur BUMDesma Nabiya LKD. Agenda ini dirancang sebagai bentuk pembinaan, pengawasan, sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan usaha ekonomi produktif masyarakat pasca-penyertaan program desa.

Tinjau Lintas Sektor: Dari Peternakan hingga Hortikultura

Pelaksanaan monev dilakukan dengan metode on the spot atau mengunjungi langsung titik-titik lokasi unit usaha yang dikelola oleh kelompok masyarakat (pokmas). Beberapa sektor usaha hulu yang menjadi fokus peninjauan intensif kali ini meliputi:

Sektor Peternakan: Budidaya ayam petelur, bebek petelur, dan penggemukan domba.

Sektor Pertanian & Hortikultura: Budidaya jagung serta sayuran komoditas timun dan tanaman pangan lainnya.

Pada klaster peternakan unggas (ayam dan bebek petelur), Tim Monev memeriksa kelaikan fasilitas kandang, manajemen pemeliharaan, ketersediaan pakan, hingga grafik hasil produksi harian. Berdasarkan pantauan, hasil produksi telur dinilai cukup stabil dan memiliki ceruk pasar yang sangat besar untuk dikembangkan secara makro.

Sementara itu, pada sektor pertanian, budidaya jagung dan tanaman timun menunjukkan tren perkembangan yang positif. Komoditas ini diproyeksikan menjadi penyokong utama dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan mandiri di tingkat desa.

Dialog Lapangan dan Penguatan Tertib Administrasi

Tidak sekadar memantau fisik komoditas, Tim Monev Kecamatan juga menggelar dialog interaktif dengan para pengelola dan kelompok peternak/petani. Langkah ini diambil untuk memetakan secara langsung kendala teknis di lapangan sekaligus merumuskan strategi pengembangan hilirisasi produk ke depan.

Selain aspek teknis produksi, kegiatan ini juga diisi dengan pembinaan administrasi dan pembukuan keuangan. Kelompok usaha dibekali tata cara pencatatan arus kas yang disiplin, transparan, dan profesional agar mereka mampu menyusun laporan keuangan yang akuntabel.

Sinergi Multi-Pihak Demi Kemandirian Desa

Camat Kecamatan Nagrak memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh kelompok usaha masyarakat dan jajaran pengelola desa yang konsisten mengoptimalkan potensi lokal yang ada.

"Pemerintah Kecamatan berharap kegiatan usaha mandiri ini dapat terus menggelinding bak bola salju; meningkatkan kesejahteraan warga, membuka lapangan pekerjaan baru bagi pemuda desa, serta memperkuat fondasi perekonomian perdesaan secara berdikari," ungkap Camat Nagrak.

Di tempat yang sama, Direktur BUMDesma Nabiya LKD menegaskan komitmen lembaganya untuk berada di garda terdepan dalam mengawal usaha masyarakat. BUMDesma Nabiya LKD siap memberikan pendampingan berkelanjutan, penguatan kelembagaan, hingga membuka akses pasar (offtaker) yang lebih luas bagi sektor ketahanan pangan dan usaha produktif di wilayah Nagrak.

Melalui sinergi yang harmonis antara pemerintah kecamatan, jajaran pemerintah desa, pendamping desa, serta tata kelola profesional dari BUMDesma Nabiya LKD, 10 desa di Kecamatan Nagrak optimis mampu bertransformasi menjadi kawasan ekonomi perdesaan yang tangguh, modern, dan mandiri.

Editor/Redaksi: Tim Komunikasi Publik Ekonomi Desa Nagrak