SUKABUMI — BUMDesma Nabiya LKD Kabupaten Sukabumi kembali menerima kunjungan studi visit dari lembaga ekonomi desa. Kali ini, rombongan datang dari BUMDesma UPK Tirtamulya LKD Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Jumat, 18 September 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya saling berbagi pengalaman dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma), khususnya mengenai pengembangan usaha, pemberdayaan masyarakat, tata kelola kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung kegiatan ekonomi desa.
BUMDesma Nabiya LKD dipilih sebagai salah satu tempat pembelajaran karena memiliki pengalaman dalam mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat dan telah menorehkan prestasi di tingkat nasional. Nabiya tercatat meraih Juara 2 Lomba BUMDesma Inspiratif Tingkat Nasional, setelah sebelumnya meraih prestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Kunjungan studi visit tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Rombongan BUMDesma UPK Tirtamulya LKD mendapatkan kesempatan untuk melihat dan mendengarkan secara langsung pengalaman BUMDesma Nabiya LKD dalam menjalankan roda organisasi dan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.

Berbagi Pengalaman, Bukan Sekadar Berkunjung
Kegiatan studi visit tidak hanya diisi dengan penyampaian profil lembaga. Pertemuan juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai persoalan yang biasa dihadapi dalam pengelolaan BUMDesma.
Mulai dari bagaimana membangun kelembagaan yang sehat, mengelola sumber daya manusia, mengembangkan unit usaha, menjaga keberlanjutan usaha, sampai bagaimana BUMDesma dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Direktur BUMDesma Nabiya LKD, Endang Taryana, ST., dalam paparannya menjelaskan bahwa pengembangan BUMDesma membutuhkan proses yang tidak singkat.
Menurutnya, BUMDesma harus mampu melihat potensi yang ada di desa dan mengubahnya menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pengelolaan BUMDesma juga tidak cukup hanya berorientasi pada kegiatan usaha. Di dalamnya terdapat aspek kelembagaan, pelayanan masyarakat, pemberdayaan, pengembangan sumber daya manusia, kemitraan, serta kemampuan membaca peluang ekonomi yang terus berubah.
Dalam pemaparannya, Endang juga memperkenalkan konsep Digital Economy Ecosystem (DEE) yang dikembangkan BUMDesma Nabiya LKD.
Konsep tersebut merupakan upaya untuk menghubungkan berbagai aktivitas ekonomi dalam satu ekosistem yang lebih terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi digital.
Melalui pendekatan tersebut, berbagai potensi dan kegiatan ekonomi masyarakat dapat dikembangkan secara lebih terhubung, mulai dari pembiayaan, produk UMKM, pertanian, ketahanan pangan, perdagangan, kemitraan hingga pemasaran.
Dari Pemberdayaan Masyarakat hingga Ketahanan Pangan
Salah satu pengalaman yang dibagikan dalam kegiatan tersebut adalah bagaimana BUMDesma Nabiya LKD mengembangkan program pemberdayaan masyarakat melalui berbagai unit dan kegiatan ekonomi.
Di sektor pembiayaan, Nabiya memiliki pengalaman dalam mengelola program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) yang menjadi salah satu bagian dari aktivitas pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara di sektor pangan dan pertanian, Nabiya mengembangkan kegiatan yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan offtaker hasil pertanian.
Melalui kegiatan tersebut, BUMDesma berupaya membangun hubungan antara petani, produksi dan pasar. Hasil pertanian masyarakat tidak hanya dipandang sebagai produk yang harus dijual, tetapi juga sebagai bagian dari rantai ekonomi yang dapat dikembangkan bersama.
Di sektor perdagangan, Nabiya juga mengembangkan Kios Pangan serta berbagai produk yang berasal dari potensi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bahan diskusi menarik bersama rombongan BUMDesma UPK Tirtamulya LKD.
Teknologi Menjadi Bagian dari Pengembangan BUMDesma
Dalam perkembangan ekonomi saat ini, teknologi digital menjadi salah satu bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan usaha.
Hal tersebut juga menjadi perhatian dalam pengembangan BUMDesma Nabiya LKD.
Melalui konsep Digital Economy Ecosystem, Nabiya berusaha mengembangkan pola pengelolaan yang menghubungkan layanan dan kegiatan ekonomi dengan dukungan teknologi.
Tujuannya sederhana, yaitu agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih efektif, memiliki akses pasar yang lebih luas, serta dapat dikelola dengan sistem yang lebih tertata.
Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari visi Nabiya untuk membangun BUMDesma yang tidak hanya menjalankan kegiatan usaha, tetapi mampu menjadi penggerak ekosistem ekonomi masyarakat desa.
Menjadi Ruang Belajar Bersama
Bagi BUMDesma UPK Tirtamulya LKD Kabupaten Karawang, studi visit ke BUMDesma Nabiya LKD menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai pengalaman yang telah dilakukan Nabiya.
Diskusi berlangsung dua arah. Rombongan tidak hanya menerima materi, tetapi juga menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai kondisi serta tantangan yang dihadapi di wilayahnya masing-masing.
Perbedaan karakter wilayah, potensi desa, sumber daya manusia dan kondisi masyarakat membuat setiap BUMDesma memiliki tantangan yang berbeda.
Karena itu, pengalaman yang diperoleh dari studi visit tidak harus diterapkan secara sama persis. Namun, berbagai praktik dan pengalaman yang dibagikan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk dikembangkan sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.
Memperkuat Jejaring Antarlembaga Ekonomi Desa
Bagi BUMDesma Nabiya LKD, kunjungan tersebut juga memiliki arti penting dalam memperluas jaringan dan membangun hubungan antarlembaga ekonomi desa.
Studi visit menjadi sarana untuk saling mengenal, bertukar pengalaman dan membuka peluang kerja sama di masa mendatang.
Pertemuan antara BUMDesma dari Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Karawang tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi desa dapat dilakukan melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan.
Keberhasilan sebuah BUMDesma tidak hanya menjadi milik lembaga tersebut, tetapi juga dapat menjadi sumber pembelajaran bagi lembaga lain.
Begitu pula sebaliknya, setiap BUMDesma memiliki pengalaman dan inovasi yang dapat dibagikan kepada lembaga lainnya.
Nabiya Terus Membuka Ruang Kolaborasi
Kunjungan BUMDesma UPK Tirtamulya LKD menjadi bagian dari rangkaian studi visit yang diterima BUMDesma Nabiya LKD.
Sebelumnya, Nabiya juga menerima kunjungan studi visit dari BUMDesma Sapta Asih LKD Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, yang memiliki tujuan serupa, yakni berbagi pengalaman mengenai pengelolaan dan pengembangan BUMDesma.
Bertambahnya kunjungan dari berbagai daerah menunjukkan adanya kebutuhan antarlembaga untuk saling belajar dalam menghadapi tantangan pengelolaan ekonomi desa.
Bagi BUMDesma Nabiya LKD, pengalaman tersebut menjadi dorongan untuk terus memperbaiki tata kelola, mengembangkan inovasi dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Prestasi di tingkat nasional menjadi sebuah pencapaian, namun proses menjaga dan mengembangkan lembaga tetap menjadi pekerjaan yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
Melalui semangat berbagi, belajar dan berkolaborasi, BUMDesma diharapkan tidak hanya menjadi lembaga yang menjalankan kegiatan usaha, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan menciptakan peluang baru di desa.
Studi visit BUMDesma UPK Tirtamulya LKD ke BUMDesma Nabiya LKD pada 18 September 2026 akhirnya bukan sekadar agenda kunjungan.
Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, membangun jejaring dan mencari gagasan baru tentang bagaimana potensi desa dapat diubah menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sukabumi, 18 September 2026