SUKABUMI — BUMDesma Nabiya LKD Kabupaten Sukabumi menerima kunjungan studi visit dari BUMDesma Sapta Asih LKD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu, 12 September 2026.
Kunjungan tersebut diikuti oleh 36 peserta dari BUMDesma Sapta Asih LKD yang berasal dari berbagai unsur, di antaranya camat, lurah/kepala desa, jajaran direksi, pegawai, karyawan dan staf. Kegiatan ini menjadi momentum berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai pengelolaan BUMDesma, khususnya dalam membangun kelembagaan yang profesional, mengembangkan unit usaha, serta menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
Studi visit ini dilaksanakan dengan tujuan utama melakukan sharing pengalaman pengelolaan BUMDesma Nabiya LKD, yang dinilai memiliki sejumlah praktik pengelolaan yang menarik untuk dipelajari setelah berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan BUMDesma Nabiya LKD, lembaga tersebut tercatat meraih Juara 2 Lomba BUMDesma Inspiratif Tingkat Nasional. Sebelumnya, Nabiya juga meraih Juara 1 kategori BUMDesma Inspiratif tingkat Provinsi Jawa Barat.
Direktur Nabiya Paparkan Pengalaman Membangun Ekosistem Ekonomi Desa
Dalam kegiatan tersebut, Direktur BUMDesma Nabiya LKD, Endang Taryana, ST., menyampaikan paparan mengenai pengalaman dan strategi Nabiya dalam mengembangkan lembaga ekonomi desa.
Paparan tersebut tidak hanya membahas bagaimana BUMDesma menjalankan unit usaha, tetapi juga mengarah pada bagaimana lembaga ekonomi desa dapat membangun sebuah ekosistem ekonomi yang saling terhubung, mulai dari pemberdayaan masyarakat, pembiayaan, ketahanan pangan, perdagangan, kemitraan, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Konsep tersebut kemudian dikembangkan melalui Digital Economy Ecosystem (DEE) BUMDesma Nabiya LKD, sebuah pendekatan yang mengintegrasikan berbagai layanan dan aktivitas ekonomi dalam satu ekosistem digital.
Dalam pengembangannya, DEE Nabiya mencakup sejumlah sektor, antara lain Simpan Pinjam Perempuan (SPP), pembiayaan mitra, marketplace produk BUMDes, marketplace UMKM, marketplace hasil pertanian, pengelolaan offtaker pertanian, kemitraan usaha, ruang belajar digital, serta penyediaan informasi dan layanan digital.
"Pengembangan BUMDesma tidak cukup hanya dengan memiliki unit usaha. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh potensi tersebut dapat dihubungkan menjadi sebuah ekosistem yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," menjadi salah satu gagasan utama dalam paparan pengembangan Nabiya.
BUMDesma Nabiya sendiri mengembangkan beberapa sektor strategis, di antaranya pemberdayaan kelompok perempuan melalui SPP, ketahanan pangan, penyerapan hasil pertanian sebagai offtaker, Kios Pangan, serta kemitraan usaha dengan berbagai pihak.
Dari Dana Bergulir hingga Ketahanan Pangan
Salah satu pengalaman yang menjadi perhatian dalam studi visit adalah pengelolaan program pemberdayaan masyarakat melalui Simpan Pinjam Perempuan (SPP).
Program tersebut telah berkembang dengan melibatkan lebih dari 300 kelompok dan 3.000 anggota yang tersebar di 10 desa di Kecamatan Nagrak. Dalam pelaksanaannya, Nabiya memanfaatkan dukungan tenaga marketing di masing-masing desa serta melakukan pembinaan secara berkelanjutan.
Selain sektor pembiayaan, Nabiya juga mengembangkan sektor ketahanan pangan dan pertanian. BUMDesma berperan sebagai offtaker yang menampung hasil produksi pertanian, antara lain jagung hibrida pipil kering dan gabah kering panen.
Model tersebut diarahkan untuk membantu petani mendapatkan akses pasar sehingga petani dapat lebih fokus pada kegiatan produksi. Pendekatan ini juga diperkuat melalui kerja sama dan pembinaan dengan berbagai pihak di tingkat kabupaten maupun Kecamatan Nagrak.
Di sektor perdagangan, Nabiya mengembangkan Kios Pangan yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat sekaligus membuka peluang kemitraan usaha. Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya BUMDesma untuk tidak hanya menjalankan kegiatan ekonomi internal, tetapi juga membangun hubungan usaha dengan masyarakat dan pelaku ekonomi lainnya.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi Hadir dalam Studi Visit
Kegiatan studi visit tersebut juga mendapat dukungan dari jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sukabumi, Kepala Bidang PMD Kabupaten Sukabumi, Camat Nagrak beserta Sekretaris Kecamatan dan Kasi PMD, serta jajaran penasihat BUMDesma Nabiya LKD.
Turut hadir pula jajaran Direksi, pegawai dan staf BUMDesma Nabiya LKD yang ikut mendukung pelaksanaan kegiatan serta memberikan informasi secara langsung kepada rombongan BUMDesma Sapta Asih LKD.
Kehadiran unsur pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan BUMDesma tidak berdiri sendiri, melainkan membutuhkan sinergi antara kelembagaan desa, pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten, pengelola BUMDesma, masyarakat, serta mitra usaha.
Studi Visit sebagai Ruang Berbagi dan Replikasi Praktik Baik
Bagi BUMDesma Sapta Asih LKD Kabupaten Kulon Progo, kunjungan ke Nabiya menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung proses pengelolaan lembaga ekonomi desa, mulai dari kelembagaan, pengembangan unit usaha, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Sementara bagi BUMDesma Nabiya LKD, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk berbagi pengalaman sekaligus memperluas jejaring antarlembaga ekonomi desa.
Prestasi yang diraih Nabiya di tingkat nasional menjadi salah satu pemicu ketertarikan lembaga lain untuk mempelajari proses yang dilakukan di lapangan. Sebelumnya, Nabiya juga telah mendapatkan perhatian dalam pengembangan BUMDesma di Kabupaten Sukabumi dan Jawa Barat. Pada 2024, Nabiya diberitakan sebagai salah satu BUMDesma unggulan yang dikunjungi Menteri Desa dalam agenda kunjungan ke Kecamatan Nagrak.
Melalui kegiatan studi visit ini, pertukaran pengalaman diharapkan tidak berhenti pada kunjungan dan diskusi, tetapi dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masing-masing lembaga dalam menyesuaikan strategi pengembangan ekonomi desa sesuai dengan potensi dan karakter wilayahnya.
Bagi Nabiya, perjalanan pengembangan BUMDesma terus diarahkan pada satu tujuan besar, yakni mengubah potensi desa menjadi peluang usaha, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, dan membangun ekosistem ekonomi desa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kegiatan studi visit BUMDesma Sapta Asih LKD dan BUMDesma Nabiya LKD tersebut pun menjadi gambaran bahwa keberhasilan lembaga ekonomi desa tidak hanya dapat diukur dari capaian usaha, tetapi juga dari kemampuan membangun kelembagaan, menciptakan kolaborasi, mengembangkan inovasi, serta menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Sukabumi, 12 September 2026