Camat Nagrak Pimpin Monitoring Peternakan Domba BUMDes Cisarua, Pastikan Akuntabilitas Program Ketahanan Pangan
SUKABUMI, Nagrak – Dalam upaya memastikan tata kelola usaha desa berjalan optimal dan berdampak nyata bagi ekonomi masyarakat, jajaran Pemerintahan Kecamatan Nagrak melakukan kunjungan monitoring langsung ke lokasi usaha peternakan domba yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.
Kunjungan kerja ini dipimpin langsung oleh Camat Nagrak, didampingi oleh Sekretaris Kecamatan (Sekmat), Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kasi PMD), serta dikawal oleh Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa (PLD).
Memastikan Akuntabilitas dan Keberlanjutan Usaha
Monitoring ini merupakan langkah strategis untuk mengevaluasi perkembangan unit usaha peternakan domba yang menjadi salah satu pilar program ketahanan pangan dan penguatan ekonomi di Desa Cisarua.
Dalam peninjauannya, tim monitoring melihat langsung kondisi fasilitas kandang panggung yang bersih, ketersediaan pakan hijau, hingga sistem manajemen pemeliharaan kesehatan hewan ternak.
Catatan Teknis Monitoring: Penggunaan kandang model panggung berlantai celah bambu seperti yang diterapkan BUMDes Cisarua dinilai sangat efektif untuk menjaga kelembapan, memudahkan pembersihan kotoran, serta meminimalisir risiko penularan penyakit pada domba.
Sinergi Lintas Sektor Kawal Aset Desa
Kehadiran berbagai elemen pemerintahan dan pendampingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mengawal aset serta penyertaan modal desa. Berikut adalah fokus utama dari masing-masing pihak dalam monitoring kali ini:
Camat & Sekmat Nagrak: Memberikan arahan terkait proyeksi pasar, pembentukan ekosistem bisnis yang sehat, serta pentingnya integrasi usaha BUMDes dengan program-program pembangunan daerah.
Kasi PMD Kecamatan: Menyoroti aspek tertib administrasi, transparansi pelaporan keuangan, dan kepatuhan tata kelola kelembagaan BUMDes agar tetap akuntabel.
Pendamping Desa & PLD: Memastikan pelaksanaan teknis di lapangan berjalan sesuai dengan regulasi pemanfaatan Dana Desa untuk ketahanan pangan, sekaligus memberikan asistensi berkelanjutan bagi para pengelola di tapak desa.
Tantangan dan Langkah Strategis ke Depan
Melalui diskusi yang dilakukan langsung di area kandang, tim perumus menyepakati beberapa poin penting untuk mendongkrak performa peternakan domba BUMDes Cisarua ke depan:
| Fokus Pengembangan | Rencana Tindakan | Target Output |
|---|---|---|
| Manajemen Pakan | Optimalisasi bank pakan mandiri / pembuatan silase | Efisiensi biaya operasional harian peternakan |
| Peningkatan Kapasitas | Pelatihan berkala bagi teknisi dan pengelola kandang | Menekan angka mortalitas (kematian) ternak |
| Mitigasi Risiko | Penguatan kemitraan dengan penyuluh kesehatan hewan | Jaminan mutu dan kesehatan komoditas ternak |
Optimisme Menuju Kemandirian Ekonomi Desa
Peternakan domba memiliki potensi pasar yang sangat stabil, mulai dari pemenuhan kebutuhan konsumsi harian, suplai ibadah Aqiqah, hingga momentum besar tahunan seperti Hari Raya Idul Adha. Dengan adanya perhatian, pengawasan, dan dukungan penuh dari pihak Kecamatan Nagrak beserta para Pendamping Desa, BUMDes Cisarua diharapkan mampu menjelma menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh dan mandiri.
Langkah monitoring bersama ini membuktikan bahwa keberhasilan BUMDes tidak hanya bertumpu pada besarnya modal yang dikucurkan, melainkan pada kuatnya komitmen, pengawasan yang konsisten, serta sinergi yang harmonis antara jajaran pemerintah dengan pengelola di tingkat lapangan.
Penulis: Tim Media & Komunikasi Kecamatan Nagrak / BUMDes Cisarua
Foto: Dokumentasi Kegiatan Monitoring Kecamatan Nagrak, 2026.