BUMDesma Nabiya LKD Hadirkan Inovasi Digital Economy Ecosystem untuk Dongkrak Ekonomi Desa Sukabumi
SUKABUMI, Nagrak – BUMDesma Nabiya LKD kembali menunjukkan perannya sebagai pelopor inovasi desa dengan mengimplementasikan Digital Economy Ecosystem (DEE). Sebuah sistem terintegrasi dan berkelanjutan yang dirancang khusus untuk memperkuat ekosistem ekonomi pedesaan, sekaligus menjadi langkah nyata mendukung program Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menuju Kebangkitan Ekonomi Desa.
Implementasi DEE ini resmi diperkenalkan dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) BUMDesma Kabupaten Sukabumi yang digelar di Gedung BUMDesma Nabiya LKD. Agenda ini dihadiri oleh sekitar 30 Direktur BUMDesma dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi sebagai ajang berbagi pengalaman, pembelajaran, serta penguatan kolaborasi antardesa.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sukabumi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan usaha desa.
"Desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus mampu menjadi pelaku utama dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi," tegas Kabid PMD Kabupaten Sukabumi.
Menghubungkan Sektor Ekonomi dalam Satu Ekosistem
Dalam kesempatan tersebut, BUMDesma Nabiya LKD memaparkan berbagai implementasi DEE yang telah berjalan. Sistem ini sukses menghubungkan berbagai sektor ekonomi desa dalam satu jaringan yang saling mendukung, mulai dari kemitraan dengan perusahaan, dinas pemerintah, sekolah, kelompok tani, pelaku UMKM, hingga lembaga keuangan desa.
Melalui DEE, BUMDesma Nabiya LKD mengambil peran strategis sebagai:
Offtaker Hasil Pertanian: Membantu petani lokal mendapatkan akses pasar yang lebih luas serta kepastian harga yang lebih kompetitif.
Platform Pemasaran Digital: Memasarkan produk-produk unggulan desa, produk BUMDes, serta hasil usaha masyarakat secara lebih efektif dan luas.
Integrasi Layanan Keuangan: Layanan Simpan Pinjam Perempuan (SPP) kini terintegrasi digital, membuat pelayanan menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah diakses.
Fokus pada SDM dan Transparansi Informasi
Tidak hanya berfokus pada sektor perdagangan, inovasi ini juga menyasar pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui Ruang Belajar Digital. Fasilitas ini dihadirkan sebagai sarana edukasi, pelatihan, serta literasi digital bagi masyarakat dan pengelola usaha desa agar siap bersaing di era ekonomi modern.
Selain itu, BUMDesma Nabiya LKD juga telah meluncurkan Website BUMDesma resmi. Situs ini berfungsi sebagai pusat informasi, promosi produk, publikasi kegiatan, sekaligus media komunikasi interaktif dengan masyarakat maupun mitra kerja demi membangun transparansi kelembagaan.
Jadi Role Model yang Siap Direplikasi
Langkah progresif ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta rakor. Banyak Direktur BUMDesma lain yang menilai DEE sebagai model pengembangan ekonomi ideal yang sangat layak direplikasi di wilayah mereka masing-masing.
Direktur BUMDesma Nabiya LKD menyatakan bahwa DEE bukan sekadar digitalisasi administrasi di atas kertas. Lebih dari itu, ini adalah upaya nyata membangun ekosistem ekonomi yang mampu menghubungkan seluruh potensi desa dalam satu sistem yang produktif dan berkelanjutan.
Dengan berbagai terobosan ini, BUMDesma Nabiya LKD semakin mengukuhkan posisinya sebagai pionir transformasi digital BUMDesma di Kabupaten Sukabumi. Kehadiran DEE diharapkan mampu menginspirasi desa-desa lain untuk terus berinovasi mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan sejahtera.
"Dari Desa, Oleh Desa, dan Untuk Kesejahteraan Masyarakat Desa melalui Ekosistem Ekonomi Digital."