BUMDesma Nabiya LKD Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pelaksana Operasional dan Pegawai
SUKABUMI – Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat tata kelola organisasi, serta mendorong transformasi digital dalam pengembangan usaha desa, BUMDesma Nagrak Bina Berdaya (Nabiya) LKD menggelar kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pelaksana Operasional dan Pegawai, Selasa, 21 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung BUMDesma Nabiya LKD, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, dan diikuti oleh jajaran pelaksana operasional serta pegawai dari dua BUMDesma, yaitu BUMDesma Nabiya LKD dan BUMDesma Wirawan LKD.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kompetensi pengelola BUMDesma agar semakin profesional, adaptif, inovatif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan organisasi maupun pengembangan unit usaha.

Perkuat Manajemen Risiko dalam Pengelolaan BUMDesma
Salah satu materi utama dalam kegiatan ini adalah Manajemen Risiko BUMDesma LKD. Materi tersebut menekankan pentingnya kemampuan pelaksana operasional dan pegawai dalam mengenali, menganalisis, mengevaluasi, serta melakukan pengendalian terhadap berbagai risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi.
Penerapan manajemen risiko menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola BUMDesma yang sehat. Setiap kegiatan usaha memiliki peluang sekaligus risiko, sehingga diperlukan kemampuan untuk mengidentifikasi potensi permasalahan sejak dini dan menentukan langkah mitigasi yang tepat.
Melalui pemahaman manajemen risiko, peserta diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan ketika terjadi, tetapi juga membangun pola kerja yang lebih terencana, terukur, dan berorientasi pada pencegahan.
Materi Manajemen Risiko BUMDesma LKD dapat dipelajari melalui:
https://sepp234.my.canva.site/rismenj-bumds
Digital Economy Ecosystem Dorong Transformasi BUMDesma
Selain manajemen risiko, peserta mendapatkan materi mengenai Digital Economy Ecosystem (DEE) BUMDesma LKD sebagai salah satu pendekatan dalam mendorong transformasi digital dan pengembangan ekosistem ekonomi desa.
Digitalisasi tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan teknologi dalam administrasi, tetapi juga bagaimana teknologi dapat mengintegrasikan berbagai layanan, unit usaha, kemitraan, pemasaran, informasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam sebuah ekosistem yang saling terhubung.
Melalui pengembangan Digital Economy Ecosystem, BUMDesma diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan, meningkatkan efisiensi pengelolaan, memperkuat akses informasi, serta membuka peluang kemitraan dan pengembangan usaha yang lebih luas.
Konsep tersebut sejalan dengan berbagai layanan yang terus dikembangkan BUMDesma Nabiya LKD, mulai dari Simpan Pinjam Perempuan (SPP), offtaker hasil pertanian, kios pangan, ketahanan pangan, kemitraan usaha, hingga pengembangan layanan berbasis digital.
Materi Digital Economy Ecosystem (DEE) BUMDesma LKD dapat dipelajari melalui:
https://mat12.my.canva.site/dee-bumdesma-lkd

Membangun SDM BUMDesma yang Profesional dan Adaptif
Pelatihan ini juga menjadi ruang pembelajaran dan pertukaran pengalaman antara BUMDesma Nabiya LKD dan BUMDesma Wirawan LKD. Kehadiran dua lembaga dalam satu kegiatan diharapkan semakin memperkuat kolaborasi serta membangun semangat untuk tumbuh dan berkembang bersama.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting karena keberhasilan BUMDesma tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal dan banyaknya unit usaha, tetapi juga oleh kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola organisasi secara profesional, transparan, akuntabel, serta mampu beradaptasi dengan perubahan.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas kerja sehari-hari, terutama dalam membangun budaya kerja berbasis manajemen risiko sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Dari Manajemen Risiko Menuju Ekosistem Ekonomi Desa yang Kuat
Pelaksanaan pelatihan pada 21 Juli 2026 tersebut menjadi bagian dari komitmen BUMDesma untuk terus meningkatkan kualitas kelembagaan dan sumber daya manusia.
Kolaborasi antara BUMDesma Nabiya LKD dan BUMDesma Wirawan LKD diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan usaha, pertukaran pengetahuan, inovasi pelayanan, serta pembangunan ekosistem ekonomi desa.
Dengan penguatan manajemen risiko dan penerapan Digital Economy Ecosystem, BUMDesma diharapkan semakin siap menghadapi perkembangan dunia usaha sekaligus menjalankan perannya sebagai lembaga ekonomi desa yang profesional, inovatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
BUMDesma LKD – Tumbuh Bersama, Berinovasi, dan Menggerakkan Ekonomi Desa.
TIM DEE Nabira (Red)