
Berikut contoh kasus transaksi keuangan pada BUMDes yang bergerak di bidang usaha Internet Desa atau BNET. Contoh ini disusun berdasarkan COA yang digunakan dan dapat digunakan sebagai bahan latihan pencatatan transaksi pada sistem akuntansi BUMDes atau SIKOMPAK.
BUMDes memiliki unit usaha BNET (Internet Desa) yang menyediakan layanan internet kepada masyarakat desa.
Dalam satu periode bulan September 2026, terjadi berbagai transaksi, antara lain:
Asumsi: seluruh transaksi di bawah ini tidak memperhitungkan PPN/PPh agar pembahasan lebih fokus pada konsep pencatatan jurnal. Pembayaran dilakukan melalui Bank BRI.
| Kode | Nama Akun | Fungsi |
|---|---|---|
| 1.1.01.01 | Kas Tunai | Uang tunai |
| 1.1.01.02 | Kas di Bank BRI | Rekening operasional BRI |
| 1.1.03.01 | Piutang Usaha | Tagihan pelanggan yang belum dibayar |
| 1.1.05.02 | Persediaan Bahan Baku | Material jaringan yang masih disimpan |
| 1.3.03.01 | Peralatan dan Mesin | Server, router, perangkat jaringan, dan aset peralatan lainnya |
| 1.3.06.01 | Konstruksi Dalam Pengerjaan | Jaringan yang masih dalam pembangunan |
| 1.3.07.02 | Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin | Akumulasi penyusutan aset jaringan |
| 2.1.01.01 | Utang Usaha | Utang kepada supplier |
| 2.1.03.02 | Utang Gaji/Upah Karyawan | Gaji atau upah yang masih harus dibayar |
| 2.1.04.01 | Utang Listrik | Tagihan listrik yang belum dibayar |
| 2.1.04.02 | Utang Telepon/Internet | Tagihan telepon/internet yang belum dibayar |
| 4.1.01.03 | Pendapatan BNET | Pendapatan usaha internet desa |
| 6.1.03.01 | Beban Pemeliharaan dan Perbaikan | Pemeliharaan jaringan |
| 6.1.04.01 | Beban Listrik | Biaya listrik |
| 6.1.04.02 | Beban Telepon/Internet | Biaya telepon/internet tertentu |
| 6.1.04.03 | Beban Pembayaran Bandwitch | Biaya bandwidth ISP |
| 6.1.07.03 | Beban Penyusutan Peralatan dan Mesin | Beban penyusutan aset jaringan |
| 6.2.01.01 | Beban Gaji/Upah Bag. Operasional | Upah/gaji teknisi operasional |
| 6.2.99.99 | Beban Operasional Lainnya | Biaya operasional lainnya |
BUMDes menyetor modal sebesar Rp100.000.000 ke rekening Bank BRI untuk menjalankan unit usaha Internet Desa.
Bagaimana jurnal transaksi tersebut?
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| 1.1.01.02 Kas di Bank BRI | Rp100.000.000 | - |
| 3.1.01.01 Penyertaan Modal Desa | - | Rp100.000.000 |
Dr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp100.000.000
Cr 3.1.01.01 Penyertaan Modal Desa Rp100.000.000
Kas di bank bertambah sehingga dicatat pada sisi debit, sedangkan penyertaan modal desa bertambah sehingga dicatat pada sisi kredit.
BUMDes membeli 50 tiang jaringan dengan harga Rp500.000 per tiang. Total pembelian sebesar:
50 × Rp500.000 = Rp25.000.000
Tiang digunakan untuk pembangunan jaringan internet dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu periode.
Apakah pembelian tiang langsung dicatat sebagai beban?
Dalam contoh ini tidak. Karena tiang digunakan sebagai bagian dari infrastruktur jaringan dan memberikan manfaat lebih dari satu periode, pembelian dicatat sebagai aset tetap.
Dr 1.3.03.01 Peralatan dan Mesin Rp25.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp25.000.000
BUMDes membeli server untuk pusat jaringan internet dengan harga Rp18.000.000 dan dibayar melalui Bank BRI.
Dr 1.3.03.01 Peralatan dan Mesin Rp18.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp18.000.000
Server merupakan peralatan yang memberikan manfaat lebih dari satu periode sehingga dalam contoh ini dicatat sebagai aset tetap.
BUMDes membeli router utama dan router distribusi senilai Rp12.000.000.
Dr 1.1.05.02 Persediaan Bahan Baku Rp14.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp14.000.000
BUMDes membeli kabel Fiber Optic sebesar Rp10.000.000 dan kabel LAN sebesar Rp4.000.000. Total pembelian adalah Rp14.000.000.
Apabila kabel masih disimpan sebagai material dan belum digunakan:
Dr 1.1.05.02 Persediaan Bahan Baku Rp14.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp14.000.000
Apabila kabel langsung digunakan untuk pembangunan jaringan baru, dalam contoh ini dicatat sebagai bagian dari konstruksi jaringan:
Dr 1.3.06.01 Konstruksi Dalam Pengerjaan Rp14.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp14.000.000
| Peralatan | Nilai |
|---|---|
| Total | Rp15.000.000 |
| Tangga | Rp2.500.000 |
| OPM | Rp2.000.000 |
| Splicer FO | Rp8.000.000 |
| Peralatan teknisi lainnya | Rp2.500.000 |
Dr 1.3.03.01 Peralatan dan Mesin Rp15.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp15.000.000
BUMDes membeli RJ45, konektor, clamp, isolasi, cable ties dan material kecil lainnya dengan total nilai Rp1.500.000.
Jika material tersebut langsung digunakan untuk kegiatan operasional:
Dr 6.2.99.99 Beban Operasional Lainnya Rp1.500.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp1.500.000
Namun apabila material disimpan sebagai stok untuk beberapa proyek, sebaiknya dicatat terlebih dahulu sebagai persediaan:
Dr 1.1.05.02 Persediaan Bahan Baku
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI
BUMDes membangun jaringan internet ke Wilayah A, Wilayah B dan Wilayah C. Biaya material yang digunakan sebesar Rp30.000.000.
Dr 1.3.06.01 Konstruksi Dalam Pengerjaan Rp30.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp30.000.000
BUMDes membayar teknisi sebesar Rp8.000.000 untuk pembangunan jaringan utama.
Karena pekerjaan tersebut langsung berkaitan dengan pembangunan jaringan baru dan dalam contoh ini memenuhi kriteria kapitalisasi, biaya tersebut dimasukkan ke dalam Konstruksi Dalam Pengerjaan.
Dr 1.3.06.01 Konstruksi Dalam Pengerjaan Rp8.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp8.000.000
Total biaya pembangunan jaringan adalah:
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Total | Rp38.000.000 |
| Kabel/material | Rp30.000.000 |
| Tenaga pemasangan | Rp8.000.000 |
Setelah jaringan selesai dan siap digunakan, nilai Konstruksi Dalam Pengerjaan direklasifikasi menjadi aset tetap.
Dr 1.3.03.01 Peralatan dan Mesin Rp38.000.000
Cr 1.3.06.01 Konstruksi Dalam Pengerjaan Rp38.000.000
BUMDes mendapatkan 20 pelanggan baru. Biaya tenaga teknisi untuk pemasangan ke rumah pelanggan sebesar Rp2.000.000.
Dalam contoh ini, pemasangan ke rumah pelanggan dianggap sebagai biaya operasional layanan.
Dr 6.2.01.01 Beban Gaji/Upah Bag. Operasional Rp2.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp2.000.000
BUMDes memiliki 100 pelanggan dengan tarif internet Rp150.000 per pelanggan per bulan.
Total tagihan:
100 × Rp150.000 = Rp15.000.000
Tagihan dicatat sebagai piutang karena pelanggan belum melakukan pembayaran.
Dr 1.1.03.01 Piutang Usaha Rp15.000.000
Cr 4.1.01.03 Pendapatan BNET Rp15.000.000
Dari total tagihan Rp15.000.000, pelanggan membayar sebesar Rp12.000.000 melalui Bank BRI.
Dr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp12.000.000
Cr 1.1.03.01 Piutang Usaha Rp12.000.000
Sisa piutang pelanggan:
Rp15.000.000 - Rp12.000.000 = Rp3.000.000
Seorang pelanggan membayar biaya pemasangan sebesar Rp250.000 secara langsung melalui Bank BRI.
Dr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp250.000
Cr 4.1.01.03 Pendapatan BNET Rp250.000
BUMDes membayar upah teknisi operasional bulan September sebesar Rp6.000.000.
Dr 6.2.01.01 Beban Gaji/Upah Bag. Operasional Rp6.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp6.000.000
Gaji karyawan bagian administrasi/manajemen sebesar Rp5.000.000 dibayar melalui BRI.
Dr 6.1.01.01 Beban Gaji dan Tunjangan Bag. Adum Rp5.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp5.000.000
Pada akhir September, gaji teknisi sebesar Rp4.000.000 sudah menjadi kewajiban BUMDes tetapi baru akan dibayar pada bulan Oktober.
Dr 6.2.01.01 Beban Gaji/Upah Bag. Operasional Rp4.000.000
Cr 2.1.03.02 Utang Gaji/Upah Karyawan Rp4.000.000
Dr 2.1.03.02 Utang Gaji/Upah Karyawan Rp4.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp4.000.000
Contoh ini menunjukkan penerapan basis akrual.
Tagihan listrik kantor dan server bulan September sebesar Rp2.000.000 dan langsung dibayar.
Dr 6.1.04.01 Beban Listrik Rp2.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp2.000.000
Tagihan listrik September sebesar Rp2.000.000 baru dibayar pada bulan Oktober.
Dr 6.1.04.01 Beban Listrik Rp2.000.000
Cr 2.1.04.01 Utang Listrik Rp2.000.000
Dr 2.1.04.01 Utang Listrik Rp2.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp2.000.000
Tagihan telepon kantor sebesar Rp500.000.
Dr 6.1.04.02 Beban Telepon/Internet Rp500.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp500.000
BUMDes menerima tagihan bandwidth dari ISP sebesar Rp8.000.000.
Dr 6.1.04.03 Beban Pembayaran Bandwitch Rp8.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp8.000.000
Akun 6.1.04.03 Beban Pembayaran Bandwitch digunakan karena merupakan akun yang paling spesifik dalam COA yang diberikan untuk mencatat biaya bandwidth ISP.
ISP memberikan tagihan sebesar Rp8.000.000 dan BUMDes baru membayarnya pada bulan berikutnya.
Dr 6.1.04.03 Beban Pembayaran Bandwitch Rp8.000.000
Cr 2.1.04.02 Utang Telepon/Internet Rp8.000.000
Dr 2.1.04.02 Utang Telepon/Internet Rp8.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp8.000.000
BUMDes membeli 1.000 buah RJ45 untuk persediaan dengan total harga Rp1.000.000.
Dr 1.1.05.02 Persediaan Bahan Baku Rp1.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp1.000.000
Kemudian RJ45 digunakan untuk pemasangan pelanggan senilai Rp300.000.
Dr 6.2.99.99 Beban Operasional Lainnya Rp300.000
Cr 1.1.05.02 Persediaan Bahan Baku Rp300.000
Saldo persediaan RJ45 menjadi Rp700.000.
Router mengalami kerusakan dan biaya servis sebesar Rp750.000.
Karena hanya memperbaiki kondisi normal aset dan tidak meningkatkan kapasitas atau manfaat aset secara signifikan, biaya tersebut dicatat sebagai beban pemeliharaan.
Dr 6.1.03.01 Beban Pemeliharaan dan Perbaikan Rp750.000 Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp750.000
| Aset | Nilai |
|---|---|
| Total | Rp108.000.000 |
| Tiang | Rp25.000.000 |
| Server | Rp18.000.000 |
| Router | Rp12.000.000 |
| Peralatan teknisi | Rp15.000.000 |
| Jaringan yang selesai | Rp38.000.000 |
Misalnya aset tersebut disusutkan selama 5 tahun dengan metode garis lurus dan nilai residu dianggap nol.
Perhitungan penyusutan per bulan:
Rp108.000.000 ÷ 60 bulan = Rp1.800.000
Dr 6.1.07.03 Beban Penyusutan Peralatan dan Mesin Rp1.800.000
Cr 1.3.07.02 Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin Rp1.800.000
Penyusutan tidak menyebabkan pengeluaran kas. Oleh karena itu akun kredit bukan Kas, melainkan Akumulasi Penyusutan.
| No | Transaksi | Debit | Kredit |
|---|---|---|---|
| 1 | Modal desa masuk BRI | Kas di Bank BRI | Penyertaan Modal Desa |
| 2 | Pembelian tiang | Peralatan dan Mesin | Kas di Bank BRI |
| 3 | Pembelian server | Peralatan dan Mesin | Kas di Bank BRI |
| 4 | Pembelian router | Peralatan dan Mesin | Kas di Bank BRI |
| 5 | Pembelian kabel FO/LAN untuk proyek | Konstruksi Dalam Pengerjaan | Kas di Bank BRI |
| 6 | Pembelian peralatan teknisi | Peralatan dan Mesin | Kas di Bank BRI |
| 7 | Pembelian RJ45/material | Persediaan/Beban | Kas di Bank BRI |
| 8 | Pembangunan jaringan | Konstruksi Dalam Pengerjaan | Kas di Bank BRI |
| 9 | Upah pembangunan jaringan | Konstruksi Dalam Pengerjaan | Kas di Bank BRI |
| 10 | Jaringan selesai | Peralatan dan Mesin | Konstruksi Dalam Pengerjaan |
| 11 | Instalasi pelanggan | Beban Upah Operasional | Kas di Bank BRI |
| 12 | Tagihan pelanggan | Piutang Usaha | Pendapatan BNET |
| 13 | Pelanggan membayar | Kas di Bank BRI | Piutang Usaha |
| 14 | Gaji teknisi | Beban Upah Operasional | Kas di Bank BRI |
| 15 | Gaji administrasi | Beban Gaji Adum | Kas di Bank BRI |
| 16 | Listrik | Beban Listrik | Kas di Bank BRI |
| 17 | Telepon | Beban Telepon/Internet | Kas di Bank BRI |
| 18 | Bandwidth ISP | Beban Pembayaran Bandwitch | Kas di Bank BRI |
| 19 | Pemeliharaan router | Beban Pemeliharaan | Kas di Bank BRI |
| 20 | Penyusutan | Beban Penyusutan | Akumulasi Penyusutan |
JU-001 Dr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp100.000.000
Cr 3.1.01.01 Penyertaan Modal Desa Rp100.000.000
JU-002 Dr 1.3.03.01 Peralatan dan Mesin Rp25.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp25.000.000
JU-003 Dr 1.3.03.01 Peralatan dan Mesin Rp18.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp18.000.000
JU-004 Dr 1.3.03.01 Peralatan dan Mesin Rp12.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp12.000.000
JU-005 Dr 1.3.06.01 Konstruksi Dalam Pengerjaan Rp14.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp14.000.000
JU-006 Dr 1.3.03.01 Peralatan dan Mesin Rp15.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp15.000.000
JU-007 Dr 1.3.06.01 Konstruksi Dalam Pengerjaan Rp30.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp30.000.000
JU-008 Dr 1.3.06.01 Konstruksi Dalam Pengerjaan Rp8.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp8.000.000
JU-009 Dr 1.3.03.01 Peralatan dan Mesin Rp38.000.000
Cr 1.3.06.01 Konstruksi Dalam Pengerjaan Rp38.000.000
JU-010 Dr 1.1.03.01 Piutang Usaha Rp15.000.000
Cr 4.1.01.03 Pendapatan BNET Rp15.000.000
JU-011 Dr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp12.000.000
Cr 1.1.03.01 Piutang Usaha Rp12.000.000
JU-012 Dr 6.2.01.01 Beban Gaji/Upah Bag. Operasional Rp6.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp6.000.000
JU-013 Dr 6.1.01.01 Beban Gaji dan Tunjangan Bag. Adum Rp5.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp5.000.000
JU-014 Dr 6.1.04.01 Beban Listrik Rp2.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp2.000.000
JU-015 Dr 6.1.04.02 Beban Telepon/Internet Rp500.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp500.000
JU-016 Dr 6.1.04.03 Beban Pembayaran Bandwitch Rp8.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp8.000.000
JU-017 Dr 6.1.03.01 Beban Pemeliharaan dan Perbaikan Rp750.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp750.000
JU-018 Dr 6.1.07.03 Beban Penyusutan Peralatan dan Mesin Rp1.800.000
Cr 1.3.07.02 Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin Rp1.800.000
Dalam usaha Internet Desa, salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah seluruh pembelian langsung dimasukkan sebagai beban. Padahal perlakuannya dapat berbeda berdasarkan sifat dan penggunaannya.
| Transaksi | Perlakuan |
|---|---|
| Pemasangan tiang jaringan baru | Aset/KDP |
| Pemasangan kabel FO jaringan utama | Aset/KDP |
| Pemasangan perangkat jaringan baru | Aset |
| Upah pembangunan jaringan utama | KDP jika memenuhi kriteria kapitalisasi |
| Instalasi internet rumah pelanggan | Umumnya beban operasional |
| Penggantian RJ45 rusak | Beban |
| Perbaikan router | Beban pemeliharaan |
| Pembelian server | Aset |
| Pembelian router | Aset |
| Pembelian tangga | Aset jika memenuhi kriteria kapitalisasi |
| Pembelian OPM | Aset jika memenuhi kriteria kapitalisasi |
| Pembelian splicer | Aset jika memenuhi kriteria kapitalisasi |
| Bandwidth ISP | Beban |
| Listrik | Beban |
| Telepon | Beban |
| Gaji admin | Beban Adum |
| Upah teknisi operasional | Beban Operasional |
Perbedaan antara pembangunan jaringan utama dan pemasangan ke rumah pelanggan sangat penting dalam pencatatan akuntansi BNET.
| Kegiatan | Perlakuan Akuntansi |
|---|---|
| Pemasangan tiang jaringan baru | Aset/Konstruksi Dalam Pengerjaan |
| Pemasangan kabel FO jaringan utama | Aset/Konstruksi Dalam Pengerjaan |
| Pemasangan perangkat jaringan baru | Aset |
| Upah pembangunan jaringan utama | KDP jika memenuhi kriteria kapitalisasi |
| Instalasi internet rumah pelanggan | Umumnya beban operasional |
| Penggantian RJ45 | Beban operasional |
| Perbaikan router | Beban pemeliharaan |
| Bandwidth ISP | Beban pembayaran bandwidth |

BUMDes membeli server Rp20.000.000 secara tunai melalui BRI. Tentukan akun debit dan kredit.
Jawaban:
Dr 1.3.03.01 Peralatan dan Mesin Rp20.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp20.000.000
BUMDes menerima pembayaran internet pelanggan sebesar Rp150.000 melalui BRI.
Jawaban:
Dr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp150.000
Cr 4.1.01.03 Pendapatan BNET Rp150.000
BUMDes mencatat tagihan 100 pelanggan dengan tarif Rp150.000 per pelanggan.
Jawaban:
Dr 1.1.03.01 Piutang Usaha Rp15.000.000
Cr 4.1.01.03 Pendapatan BNET Rp15.000.000
BUMDes membayar ISP sebesar Rp8.000.000.
Jawaban:
Dr 6.1.04.03 Beban Pembayaran Bandwitch Rp8.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp8.000.000
BUMDes membayar teknisi sebesar Rp4.000.000 untuk pekerjaan operasional.
Jawaban:
Dr 6.2.01.01 Beban Gaji/Upah Bag. Operasional Rp4.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp4.000.000
BUMDes membayar listrik sebesar Rp2.000.000.
Jawaban:
Dr 6.1.04.01 Beban Listrik Rp2.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp2.000.000
BUMDes membeli kabel FO Rp10.000.000 dan langsung digunakan untuk membangun jaringan baru.
Jawaban:
Dr 1.3.06.01 Konstruksi Dalam Pengerjaan Rp10.000.000
Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI Rp10.000.000
Jaringan selesai dibangun dengan nilai KDP sebesar Rp50.000.000.
Jawaban:
Dr 1.3.03.01 Peralatan dan Mesin Rp50.000.000
Cr 1.3.06.01 Konstruksi Dalam Pengerjaan Rp50.000.000
Penyusutan peralatan jaringan bulan September sebesar Rp1.500.000.
Jawaban:
Dr 6.1.07.03 Beban Penyusutan Peralatan dan Mesin Rp1.500.000
Cr 1.3.07.02 Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin Rp1.500.000
| Kelompok | Kode | Nama Akun |
|---|---|---|
| Aset | 1.1.01.02 | Kas di Bank BRI |
| 1.1.03.01 | Piutang Usaha | |
| 1.1.05.02 | Persediaan Bahan Baku | |
| 1.3.03.01 | Peralatan dan Mesin | |
| 1.3.06.01 | Konstruksi Dalam Pengerjaan | |
| 1.3.07.02 | Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin | |
| Utang | 2.1.01.01 | Utang Usaha |
| 2.1.03.02 | Utang Gaji/Upah Karyawan | |
| 2.1.04.01 | Utang Listrik | |
| Utang | 2.1.04.02 | Utang Telepon/Internet |
| Pendapatan | 4.1.01.03 | Pendapatan BNET |
| Beban | 6.1.03.01 | Beban Pemeliharaan dan Perbaikan |
| 6.1.04.01 | Beban Listrik | |
| 6.1.04.02 | Beban Telepon/Internet | |
| 6.1.04.03 | Beban Pembayaran Bandwitch | |
| 6.1.07.03 | Beban Penyusutan Peralatan dan Mesin | |
| 6.2.01.01 | Beban Gaji/Upah Bag. Operasional | |
| 6.2.99.99 | Beban Operasional Lainnya |
Pada usaha Internet Desa, pencatatan transaksi harus membedakan antara aset, persediaan, kewajiban, pendapatan dan beban.
Pembelian server, router, tiang, perangkat teknisi dan pembangunan jaringan yang memenuhi kriteria aset tidak langsung dicatat sebagai beban. Sementara bandwidth ISP, listrik, telepon, upah operasional, pemeliharaan dan biaya operasional lainnya dicatat sebagai beban periode berjalan sesuai sifat transaksinya.
Pendapatan layanan internet dicatat menggunakan akun 4.1.01.03 Pendapatan BNET. Jika pelanggan belum membayar, transaksi dapat dicatat terlebih dahulu sebagai Piutang Usaha.
Dengan pola tersebut, transaksi unit BNET dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih mudah ditelusuri mulai dari transaksi pembelian, pembangunan jaringan, pemasangan pelanggan, penagihan, penerimaan kas, pembayaran biaya operasional sampai dengan penyusutan aset.