Kembali ke DEE Academy
Manajemen BUMDes 33 View Modul

CONTOH KASUS AKUNTANSI BUMDes UNIT INTERNET DESA

Contoh Kasus Transaksi Keuangan BUMDes Unit Usaha Internet Desa

Berikut contoh kasus transaksi keuangan pada BUMDes yang bergerak di bidang usaha Internet Desa atau BNET. Contoh ini disusun berdasarkan COA yang digunakan dan dapat digunakan sebagai bahan latihan pencatatan transaksi pada sistem akuntansi BUMDes atau SIKOMPAK.

A. Gambaran Kasus

BUMDes memiliki unit usaha BNET (Internet Desa) yang menyediakan layanan internet kepada masyarakat desa.

Dalam satu periode bulan September 2026, terjadi berbagai transaksi, antara lain:

  • Pembelian tiang jaringan.
  • Pembelian server.
  • Pembelian router.
  • Pembelian kabel Fiber Optic (FO).
  • Pembelian kabel LAN.
  • Pembelian peralatan teknisi seperti tangga, OPM, splicer dan peralatan lainnya.
  • Pembangunan jaringan ke beberapa wilayah.
  • Pemasangan jaringan ke rumah pelanggan.
  • Penerimaan pembayaran tagihan bulanan pelanggan.
  • Pembayaran upah tenaga kerja atau teknisi.
  • Pembayaran gaji karyawan.
  • Pembayaran listrik kantor dan server.
  • Pembayaran telepon.
  • Pembayaran tagihan internet atau bandwidth kepada ISP.
  • Pemeliharaan dan perbaikan jaringan.
  • Penyusutan peralatan jaringan.

Asumsi: seluruh transaksi di bawah ini tidak memperhitungkan PPN/PPh agar pembahasan lebih fokus pada konsep pencatatan jurnal. Pembayaran dilakukan melalui Bank BRI.

B. COA Utama yang Digunakan

KodeNama AkunFungsi
1.1.01.01Kas TunaiUang tunai
1.1.01.02Kas di Bank BRIRekening operasional BRI
1.1.03.01Piutang UsahaTagihan pelanggan yang belum dibayar
1.1.05.02Persediaan Bahan BakuMaterial jaringan yang masih disimpan
1.3.03.01Peralatan dan MesinServer, router, perangkat jaringan, dan aset peralatan lainnya
1.3.06.01Konstruksi Dalam PengerjaanJaringan yang masih dalam pembangunan
1.3.07.02Akumulasi Penyusutan Peralatan dan MesinAkumulasi penyusutan aset jaringan
2.1.01.01Utang UsahaUtang kepada supplier
2.1.03.02Utang Gaji/Upah KaryawanGaji atau upah yang masih harus dibayar
2.1.04.01Utang ListrikTagihan listrik yang belum dibayar
2.1.04.02Utang Telepon/InternetTagihan telepon/internet yang belum dibayar
4.1.01.03Pendapatan BNETPendapatan usaha internet desa
6.1.03.01Beban Pemeliharaan dan PerbaikanPemeliharaan jaringan
6.1.04.01Beban ListrikBiaya listrik
6.1.04.02Beban Telepon/InternetBiaya telepon/internet tertentu
6.1.04.03Beban Pembayaran BandwitchBiaya bandwidth ISP
6.1.07.03Beban Penyusutan Peralatan dan MesinBeban penyusutan aset jaringan
6.2.01.01Beban Gaji/Upah Bag. OperasionalUpah/gaji teknisi operasional
6.2.99.99Beban Operasional LainnyaBiaya operasional lainnya

C. Kasus 1 - Modal Awal Unit Internet

BUMDes menyetor modal sebesar Rp100.000.000 ke rekening Bank BRI untuk menjalankan unit usaha Internet Desa.

Soal

Bagaimana jurnal transaksi tersebut?

Jawaban

AkunDebitKredit
1.1.01.02 Kas di Bank BRIRp100.000.000-
3.1.01.01 Penyertaan Modal Desa-Rp100.000.000

Dr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI              Rp100.000.000
   Cr 3.1.01.01 Penyertaan Modal Desa                 Rp100.000.000

Kas di bank bertambah sehingga dicatat pada sisi debit, sedangkan penyertaan modal desa bertambah sehingga dicatat pada sisi kredit.

D. Kasus 2 - Pembelian Tiang Jaringan

BUMDes membeli 50 tiang jaringan dengan harga Rp500.000 per tiang. Total pembelian sebesar:

50 × Rp500.000 = Rp25.000.000

Tiang digunakan untuk pembangunan jaringan internet dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu periode.

Soal

Apakah pembelian tiang langsung dicatat sebagai beban?

Jawaban

Dalam contoh ini tidak. Karena tiang digunakan sebagai bagian dari infrastruktur jaringan dan memberikan manfaat lebih dari satu periode, pembelian dicatat sebagai aset tetap.

Dr 1.3.03.01 Peralatan dan Mesin        Rp25.000.000
   Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                    Rp25.000.000

E. Kasus 3 - Pembelian Server

BUMDes membeli server untuk pusat jaringan internet dengan harga Rp18.000.000 dan dibayar melalui Bank BRI.

Dr 1.3.03.01 Peralatan dan Mesin        Rp18.000.000
   Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                    Rp18.000.000

Server merupakan peralatan yang memberikan manfaat lebih dari satu periode sehingga dalam contoh ini dicatat sebagai aset tetap.

F. Kasus 4 - Pembelian Router

BUMDes membeli router utama dan router distribusi senilai Rp12.000.000.

Dr 1.1.05.02 Persediaan Bahan Baku      Rp14.000.000
   Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                    Rp14.000.000

G. Kasus 5 - Pembelian Kabel FO dan Kabel LAN

BUMDes membeli kabel Fiber Optic sebesar Rp10.000.000 dan kabel LAN sebesar Rp4.000.000. Total pembelian adalah Rp14.000.000.

Kondisi A - Kabel Masih Disimpan

Apabila kabel masih disimpan sebagai material dan belum digunakan:

Dr 1.1.05.02 Persediaan Bahan Baku      Rp14.000.000
   Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                    Rp14.000.000

Kondisi B - Kabel Langsung Digunakan untuk Pembangunan Jaringan

Apabila kabel langsung digunakan untuk pembangunan jaringan baru, dalam contoh ini dicatat sebagai bagian dari konstruksi jaringan:

Dr 1.3.06.01 Konstruksi Dalam Pengerjaan Rp14.000.000
   Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                     Rp14.000.000

H. Kasus 6 - Pembelian Peralatan Teknisi

PeralatanNilai
TotalRp15.000.000
TanggaRp2.500.000
OPMRp2.000.000
Splicer FORp8.000.000
Peralatan teknisi lainnyaRp2.500.000

Dr 1.3.03.01 Peralatan dan Mesin        Rp15.000.000

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                    Rp15.000.000

I. Kasus 7 - Pembelian RJ45 dan Material Kecil

BUMDes membeli RJ45, konektor, clamp, isolasi, cable ties dan material kecil lainnya dengan total nilai Rp1.500.000.

Jika material tersebut langsung digunakan untuk kegiatan operasional:

Dr 6.2.99.99 Beban Operasional Lainnya   Rp1.500.000

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                      Rp1.500.000

Namun apabila material disimpan sebagai stok untuk beberapa proyek, sebaiknya dicatat terlebih dahulu sebagai persediaan:

Dr 1.1.05.02 Persediaan Bahan Baku

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI

J. Kasus 8 - Pembangunan Jaringan Internet Desa

BUMDes membangun jaringan internet ke Wilayah A, Wilayah B dan Wilayah C. Biaya material yang digunakan sebesar Rp30.000.000.

Dr 1.3.06.01 Konstruksi Dalam Pengerjaan       Rp30.000.000

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                            Rp30.000.000

K. Kasus 9 - Biaya Tenaga Teknisi Pembangunan Jaringan

BUMDes membayar teknisi sebesar Rp8.000.000 untuk pembangunan jaringan utama.

Karena pekerjaan tersebut langsung berkaitan dengan pembangunan jaringan baru dan dalam contoh ini memenuhi kriteria kapitalisasi, biaya tersebut dimasukkan ke dalam Konstruksi Dalam Pengerjaan.

Dr 1.3.06.01 Konstruksi Dalam Pengerjaan     Rp8.000.000

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                         Rp8.000.000

L. Kasus 10 - Jaringan Selesai Dibangun

Total biaya pembangunan jaringan adalah:

KomponenNilai
TotalRp38.000.000
Kabel/materialRp30.000.000
Tenaga pemasanganRp8.000.000

Setelah jaringan selesai dan siap digunakan, nilai Konstruksi Dalam Pengerjaan direklasifikasi menjadi aset tetap.

Dr 1.3.03.01 Peralatan dan Mesin        Rp38.000.000

    Cr 1.3.06.01 Konstruksi Dalam Pengerjaan        Rp38.000.000

M. Kasus 11 - Instalasi Internet ke Rumah Pelanggan

BUMDes mendapatkan 20 pelanggan baru. Biaya tenaga teknisi untuk pemasangan ke rumah pelanggan sebesar Rp2.000.000.

Dalam contoh ini, pemasangan ke rumah pelanggan dianggap sebagai biaya operasional layanan.

Dr 6.2.01.01 Beban Gaji/Upah Bag. Operasional   Rp2.000.000

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                            Rp2.000.000

N. Kasus 12 - Pencatatan Tagihan Bulanan Pelanggan

BUMDes memiliki 100 pelanggan dengan tarif internet Rp150.000 per pelanggan per bulan.

Total tagihan:

100 × Rp150.000 = Rp15.000.000

Tagihan dicatat sebagai piutang karena pelanggan belum melakukan pembayaran.

Dr 1.1.03.01 Piutang Usaha             Rp15.000.000

    Cr 4.1.01.03 Pendapatan BNET                    Rp15.000.000

O. Kasus 13 - Penerimaan Pembayaran Pelanggan

Dari total tagihan Rp15.000.000, pelanggan membayar sebesar Rp12.000.000 melalui Bank BRI.

Dr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI             Rp12.000.000

    Cr 1.1.03.01 Piutang Usaha                       Rp12.000.000

Sisa piutang pelanggan:

Rp15.000.000 - Rp12.000.000 = Rp3.000.000

P. Kasus 14 - Pembayaran Pelanggan Secara Langsung

Seorang pelanggan membayar biaya pemasangan sebesar Rp250.000 secara langsung melalui Bank BRI.

Dr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI             Rp250.000

    Cr 4.1.01.03 Pendapatan BNET                      Rp250.000

Q. Kasus 15 - Pembayaran Upah Teknisi

BUMDes membayar upah teknisi operasional bulan September sebesar Rp6.000.000.

Dr 6.2.01.01 Beban Gaji/Upah Bag. Operasional   Rp6.000.000

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                             Rp6.000.000

R. Kasus 16 - Pembayaran Gaji Karyawan

Gaji karyawan bagian administrasi/manajemen sebesar Rp5.000.000 dibayar melalui BRI.

Dr 6.1.01.01 Beban Gaji dan Tunjangan Bag. Adum   Rp5.000.000

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                              Rp5.000.000

S. Kasus 17 - Gaji Belum Dibayar

Pada akhir September, gaji teknisi sebesar Rp4.000.000 sudah menjadi kewajiban BUMDes tetapi baru akan dibayar pada bulan Oktober.

Saat Gaji Diakui

Dr 6.2.01.01 Beban Gaji/Upah Bag. Operasional   Rp4.000.000

    Cr 2.1.03.02 Utang Gaji/Upah Karyawan                  Rp4.000.000

Saat Dibayar Bulan Berikutnya

Dr 2.1.03.02 Utang Gaji/Upah Karyawan            Rp4.000.000

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                              Rp4.000.000

Contoh ini menunjukkan penerapan basis akrual.

T. Kasus 18 - Pembayaran Listrik

Tagihan listrik kantor dan server bulan September sebesar Rp2.000.000 dan langsung dibayar.

Dr 6.1.04.01 Beban Listrik             Rp2.000.000

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                    Rp2.000.000

U. Kasus 19 - Tagihan Listrik Belum Dibayar

Tagihan listrik September sebesar Rp2.000.000 baru dibayar pada bulan Oktober.

Saat Tagihan Diakui

Dr 6.1.04.01 Beban Listrik             Rp2.000.000

    Cr 2.1.04.01 Utang Listrik                      Rp2.000.000

Saat Dibayar

Dr 2.1.04.01 Utang Listrik             Rp2.000.000

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                    Rp2.000.000

V. Kasus 20 - Pembayaran Telepon

Tagihan telepon kantor sebesar Rp500.000.

Dr 6.1.04.02 Beban Telepon/Internet       Rp500.000

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                     Rp500.000

W. Kasus 21 - Pembayaran Internet/Bandwidth ISP

BUMDes menerima tagihan bandwidth dari ISP sebesar Rp8.000.000.

Dr 6.1.04.03 Beban Pembayaran Bandwitch    Rp8.000.000

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                       Rp8.000.000

Akun 6.1.04.03 Beban Pembayaran Bandwitch digunakan karena merupakan akun yang paling spesifik dalam COA yang diberikan untuk mencatat biaya bandwidth ISP.

X. Kasus 22 - Tagihan ISP Belum Dibayar

ISP memberikan tagihan sebesar Rp8.000.000 dan BUMDes baru membayarnya pada bulan berikutnya.

Saat Tagihan Diterima

Dr 6.1.04.03 Beban Pembayaran Bandwitch     Rp8.000.000

    Cr 2.1.04.02 Utang Telepon/Internet                  Rp8.000.000

Saat Dibayar

Dr 2.1.04.02 Utang Telepon/Internet         Rp8.000.000

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                         Rp8.000.000

Y. Kasus 23 - Pembelian RJ45 untuk Stok

BUMDes membeli 1.000 buah RJ45 untuk persediaan dengan total harga Rp1.000.000.

Dr 1.1.05.02 Persediaan Bahan Baku        Rp1.000.000

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                       Rp1.000.000

Kemudian RJ45 digunakan untuk pemasangan pelanggan senilai Rp300.000.

Dr 6.2.99.99 Beban Operasional Lainnya     Rp300.000

    Cr 1.1.05.02 Persediaan Bahan Baku                  Rp300.000

Saldo persediaan RJ45 menjadi Rp700.000.

Z. Kasus 24 - Pemeliharaan Jaringan

Router mengalami kerusakan dan biaya servis sebesar Rp750.000.

Karena hanya memperbaiki kondisi normal aset dan tidak meningkatkan kapasitas atau manfaat aset secara signifikan, biaya tersebut dicatat sebagai beban pemeliharaan.

Dr 6.1.03.01 Beban Pemeliharaan dan Perbaikan   Rp750.000    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                            Rp750.000

AA. Kasus 25 - Penyusutan Aset Jaringan

AsetNilai
TotalRp108.000.000
TiangRp25.000.000
ServerRp18.000.000
RouterRp12.000.000
Peralatan teknisiRp15.000.000
Jaringan yang selesaiRp38.000.000

Misalnya aset tersebut disusutkan selama 5 tahun dengan metode garis lurus dan nilai residu dianggap nol.

Perhitungan penyusutan per bulan:

Rp108.000.000 ÷ 60 bulan = Rp1.800.000

Jurnal Penyusutan

Dr 6.1.07.03 Beban Penyusutan Peralatan dan Mesin   Rp1.800.000

    Cr 1.3.07.02 Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin      Rp1.800.000

Penyusutan tidak menyebabkan pengeluaran kas. Oleh karena itu akun kredit bukan Kas, melainkan Akumulasi Penyusutan.

AB. Rekap Transaksi Bulan September

NoTransaksiDebitKredit
1Modal desa masuk BRIKas di Bank BRIPenyertaan Modal Desa
2Pembelian tiangPeralatan dan MesinKas di Bank BRI
3Pembelian serverPeralatan dan MesinKas di Bank BRI
4Pembelian routerPeralatan dan MesinKas di Bank BRI
5Pembelian kabel FO/LAN untuk proyekKonstruksi Dalam PengerjaanKas di Bank BRI
6Pembelian peralatan teknisiPeralatan dan MesinKas di Bank BRI
7Pembelian RJ45/materialPersediaan/BebanKas di Bank BRI
8Pembangunan jaringanKonstruksi Dalam PengerjaanKas di Bank BRI
9Upah pembangunan jaringanKonstruksi Dalam PengerjaanKas di Bank BRI
10Jaringan selesaiPeralatan dan MesinKonstruksi Dalam Pengerjaan
11Instalasi pelangganBeban Upah OperasionalKas di Bank BRI
12Tagihan pelangganPiutang UsahaPendapatan BNET
13Pelanggan membayarKas di Bank BRIPiutang Usaha
14Gaji teknisiBeban Upah OperasionalKas di Bank BRI
15Gaji administrasiBeban Gaji AdumKas di Bank BRI
16ListrikBeban ListrikKas di Bank BRI
17TeleponBeban Telepon/InternetKas di Bank BRI
18Bandwidth ISPBeban Pembayaran BandwitchKas di Bank BRI
19Pemeliharaan routerBeban PemeliharaanKas di Bank BRI
20PenyusutanBeban PenyusutanAkumulasi Penyusutan

AC. Contoh Jurnal dalam Format SIKOMPAK

JU-001 - Modal

JU-001 Dr 1.1.01.02   Kas di Bank BRI                  Rp100.000.000

    Cr 3.1.01.01   Penyertaan Modal Desa                     Rp100.000.000

JU-002 - Pembelian Tiang

JU-002 Dr 1.3.03.01   Peralatan dan Mesin               Rp25.000.000

    Cr 1.1.01.02   Kas di Bank BRI                            Rp25.000.000

JU-003 - Pembelian Server

JU-003 Dr 1.3.03.01   Peralatan dan Mesin               Rp18.000.000

    Cr 1.1.01.02   Kas di Bank BRI                            Rp18.000.000

JU-004 - Pembelian Router

JU-004 Dr 1.3.03.01   Peralatan dan Mesin               Rp12.000.000

    Cr 1.1.01.02   Kas di Bank BRI                            Rp12.000.000

JU-005 - Kabel FO/LAN

JU-005 Dr 1.3.06.01   Konstruksi Dalam Pengerjaan       Rp14.000.000

    Cr 1.1.01.02   Kas di Bank BRI                            Rp14.000.000

JU-006 - Peralatan Teknisi

JU-006 Dr 1.3.03.01   Peralatan dan Mesin               Rp15.000.000

    Cr 1.1.01.02   Kas di Bank BRI                            Rp15.000.000

JU-007 - Pembangunan Jaringan

JU-007 Dr 1.3.06.01   Konstruksi Dalam Pengerjaan       Rp30.000.000

    Cr 1.1.01.02   Kas di Bank BRI                            Rp30.000.000

JU-008 - Upah Pembangunan

JU-008 Dr 1.3.06.01   Konstruksi Dalam Pengerjaan        Rp8.000.000

    Cr 1.1.01.02   Kas di Bank BRI                             Rp8.000.000

JU-009 - Jaringan Selesai

JU-009 Dr 1.3.03.01   Peralatan dan Mesin               Rp38.000.000

    Cr 1.3.06.01   Konstruksi Dalam Pengerjaan               Rp38.000.000

JU-010 - Tagihan Pelanggan

JU-010 Dr 1.1.03.01   Piutang Usaha                     Rp15.000.000

    Cr 4.1.01.03   Pendapatan BNET                           Rp15.000.000

JU-011 - Pembayaran Pelanggan

JU-011 Dr 1.1.01.02   Kas di Bank BRI                   Rp12.000.000

    Cr 1.1.03.01   Piutang Usaha                             Rp12.000.000

JU-012 - Upah Teknisi

JU-012 Dr 6.2.01.01   Beban Gaji/Upah Bag. Operasional   Rp6.000.000

    Cr 1.1.01.02   Kas di Bank BRI                             Rp6.000.000

JU-013 - Gaji Karyawan

JU-013 Dr 6.1.01.01   Beban Gaji dan Tunjangan Bag. Adum   Rp5.000.000

    Cr 1.1.01.02   Kas di Bank BRI                              Rp5.000.000

JU-014 - Listrik

JU-014 Dr 6.1.04.01   Beban Listrik                      Rp2.000.000

    Cr 1.1.01.02   Kas di Bank BRI                             Rp2.000.000

JU-015 - Telepon

JU-015 Dr 6.1.04.02   Beban Telepon/Internet               Rp500.000

    Cr 1.1.01.02   Kas di Bank BRI                               Rp500.000

JU-016 - Bandwidth ISP

JU-016 Dr 6.1.04.03   Beban Pembayaran Bandwitch         Rp8.000.000

    Cr 1.1.01.02   Kas di Bank BRI                             Rp8.000.000

JU-017 - Pemeliharaan

JU-017 Dr 6.1.03.01   Beban Pemeliharaan dan Perbaikan      Rp750.000

    Cr 1.1.01.02   Kas di Bank BRI                               Rp750.000

JU-018 - Penyusutan

JU-018 Dr 6.1.07.03   Beban Penyusutan Peralatan dan Mesin   Rp1.800.000

    Cr 1.3.07.02   Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin      Rp1.800.000

AD. Hal Penting: Bedakan Jenis Transaksi

Dalam usaha Internet Desa, salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah seluruh pembelian langsung dimasukkan sebagai beban. Padahal perlakuannya dapat berbeda berdasarkan sifat dan penggunaannya.

TransaksiPerlakuan
Pemasangan tiang jaringan baruAset/KDP
Pemasangan kabel FO jaringan utamaAset/KDP
Pemasangan perangkat jaringan baruAset
Upah pembangunan jaringan utamaKDP jika memenuhi kriteria kapitalisasi
Instalasi internet rumah pelangganUmumnya beban operasional
Penggantian RJ45 rusakBeban
Perbaikan routerBeban pemeliharaan
Pembelian serverAset
Pembelian routerAset
Pembelian tanggaAset jika memenuhi kriteria kapitalisasi
Pembelian OPMAset jika memenuhi kriteria kapitalisasi
Pembelian splicerAset jika memenuhi kriteria kapitalisasi
Bandwidth ISPBeban
ListrikBeban
TeleponBeban
Gaji adminBeban Adum
Upah teknisi operasionalBeban Operasional

AE. Perbedaan Pembangunan Jaringan dan Instalasi Pelanggan

Perbedaan antara pembangunan jaringan utama dan pemasangan ke rumah pelanggan sangat penting dalam pencatatan akuntansi BNET.

KegiatanPerlakuan Akuntansi
Pemasangan tiang jaringan baruAset/Konstruksi Dalam Pengerjaan
Pemasangan kabel FO jaringan utamaAset/Konstruksi Dalam Pengerjaan
Pemasangan perangkat jaringan baruAset
Upah pembangunan jaringan utamaKDP jika memenuhi kriteria kapitalisasi
Instalasi internet rumah pelangganUmumnya beban operasional
Penggantian RJ45Beban operasional
Perbaikan routerBeban pemeliharaan
Bandwidth ISPBeban pembayaran bandwidth

AF. Alur Akuntansi Internet Desa

Biaya Operasional BNET

  • Gaji dan upah teknisi.
  • Gaji karyawan administrasi.
  • Listrik.
  • Telepon.
  • Bandwidth ISP.
  • Pemeliharaan jaringan.
  • Material operasional.
  • Penyusutan aset jaringan.

AG. Contoh Soal Latihan untuk Operator SIKOMPAK

Soal 1

BUMDes membeli server Rp20.000.000 secara tunai melalui BRI. Tentukan akun debit dan kredit.

Jawaban:

Dr 1.3.03.01 Peralatan dan Mesin       Rp20.000.000

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                   Rp20.000.000

Soal 2

BUMDes menerima pembayaran internet pelanggan sebesar Rp150.000 melalui BRI.

Jawaban:

Dr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI               Rp150.000

    Cr 4.1.01.03 Pendapatan BNET                       Rp150.000

Soal 3

BUMDes mencatat tagihan 100 pelanggan dengan tarif Rp150.000 per pelanggan.

Jawaban:

Dr 1.1.03.01 Piutang Usaha              Rp15.000.000

    Cr 4.1.01.03 Pendapatan BNET                    Rp15.000.000

Soal 4

BUMDes membayar ISP sebesar Rp8.000.000.

Jawaban:

Dr 6.1.04.03 Beban Pembayaran Bandwitch   Rp8.000.000

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                       Rp8.000.000

Soal 5

BUMDes membayar teknisi sebesar Rp4.000.000 untuk pekerjaan operasional.

Jawaban:

Dr 6.2.01.01 Beban Gaji/Upah Bag. Operasional   Rp4.000.000

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                            Rp4.000.000

Soal 6

BUMDes membayar listrik sebesar Rp2.000.000.

Jawaban:

Dr 6.1.04.01 Beban Listrik              Rp2.000.000

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                     Rp2.000.000

Soal 7

BUMDes membeli kabel FO Rp10.000.000 dan langsung digunakan untuk membangun jaringan baru.

Jawaban:

Dr 1.3.06.01 Konstruksi Dalam Pengerjaan    Rp10.000.000

    Cr 1.1.01.02 Kas di Bank BRI                         Rp10.000.000

Soal 8

Jaringan selesai dibangun dengan nilai KDP sebesar Rp50.000.000.

Jawaban:

Dr 1.3.03.01 Peralatan dan Mesin           Rp50.000.000

    Cr 1.3.06.01 Konstruksi Dalam Pengerjaan           Rp50.000.000

Soal 9

Penyusutan peralatan jaringan bulan September sebesar Rp1.500.000.

Jawaban:

Dr 6.1.07.03 Beban Penyusutan Peralatan dan Mesin   Rp1.500.000

    Cr 1.3.07.02 Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin  Rp1.500.000

AH. COA Utama Unit BNET

KelompokKodeNama Akun
Aset1.1.01.02Kas di Bank BRI
1.1.03.01Piutang Usaha
1.1.05.02Persediaan Bahan Baku
1.3.03.01Peralatan dan Mesin
1.3.06.01Konstruksi Dalam Pengerjaan
1.3.07.02Akumulasi Penyusutan Peralatan dan Mesin
Utang2.1.01.01Utang Usaha
2.1.03.02Utang Gaji/Upah Karyawan
2.1.04.01Utang Listrik
Utang2.1.04.02Utang Telepon/Internet
Pendapatan4.1.01.03Pendapatan BNET
Beban6.1.03.01Beban Pemeliharaan dan Perbaikan
6.1.04.01Beban Listrik
6.1.04.02Beban Telepon/Internet
6.1.04.03Beban Pembayaran Bandwitch
6.1.07.03Beban Penyusutan Peralatan dan Mesin
6.2.01.01Beban Gaji/Upah Bag. Operasional
6.2.99.99Beban Operasional Lainnya

Kesimpulan

Pada usaha Internet Desa, pencatatan transaksi harus membedakan antara aset, persediaan, kewajiban, pendapatan dan beban.

Pembelian server, router, tiang, perangkat teknisi dan pembangunan jaringan yang memenuhi kriteria aset tidak langsung dicatat sebagai beban. Sementara bandwidth ISP, listrik, telepon, upah operasional, pemeliharaan dan biaya operasional lainnya dicatat sebagai beban periode berjalan sesuai sifat transaksinya.

Pendapatan layanan internet dicatat menggunakan akun 4.1.01.03 Pendapatan BNET. Jika pelanggan belum membayar, transaksi dapat dicatat terlebih dahulu sebagai Piutang Usaha.

Dengan pola tersebut, transaksi unit BNET dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih mudah ditelusuri mulai dari transaksi pembelian, pembangunan jaringan, pemasangan pelanggan, penagihan, penerimaan kas, pembayaran biaya operasional sampai dengan penyusutan aset.

 

 




💬 Pertanyaan & Jawaban

Materi Lainnya